Hairstyle Celebrity Mobil Maut Si Dul
Home Article Features Mobil Maut Si Dul

Mobil maut Si Dul. Mungkin itulah kata yang tepat untuk menggambarkan peristiwa berdarah di Jalan Tol Jagorawi, Minggu (8/9) kemarin. Abdul Qadir Jaelani alias Dul, putra ketiga Ahmad Dhani dan Maia Estianty, dinyatakan telah melakukan kelalaian dalam berkendaraan hingga mengakibatkan hilangnya 6 nyawa manusia.

Selain telah menghilangkan 6 nyawa manusia, kecelakaan maut itu pun telah melukai 9 orang lainnya hingga harus menjalani penangananan medis secara intensif. Sementara tiga mobil, termasuk mobil Dul, dalam kondisi hancur parah akibat benturan yang sangat keras.

Publik akhirnya mempertanyakan, mengapa anak seusia Dul yang baru 13 tahun itu bisa dengan leluasa mengendarai mobil di jalan umum. Bahkan, putra bungsu Dhani-Maia itu diketahui sudah dua tahun mengendarai mobil. Lalu di mana peran orangtua?

Walhasil, suara masyarakat bermunculan dengan beragam komentar. Ada yang menyalahkan orangtua Dul, dalam hal ini adalah Dhani. Namun ada juga yang membelanya, dengan alasan Dhani tidak pernah mengizinkan Dul mengendarai mobil.

Nasi sudah menjadi bubur. Kini polisi sudah menetapkan Dul sebagai tersangka. Ia dijerat dengan Pasal 310 UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Karena kelalainnya itu, Dul diancam hukuman 6 tahun penjara.

Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sejumlah selebritis dan orang ternama di Indonesia bukan kali ini saja terjadi. Sebelumnya pernah terjadi meski dalam kasus dan peristiwa yang berbeda. Namun, kecelakaan maut yang melibatkan anak berusia di bawah umur sebagai pengendaranya dan dari orang ternama di negeri ini, baru Dul saja yang pertama.

Kecelakaan lalu lintas menjadi hal yang menakutkan bagi para pengemudi jalan. Jika tidak berhati-hati, ada bahaya yang siap mengancam nyawa kapan saja. Berbagai upaya ‘mandiri’ pun dilakukan, seperti menggunakan helm khusus bagi pengendara motor, dan menggunakan sabuk pengaman bagi para pengendara mobil.

Namun, berbagai pelindung tersebut juga nyatanya tetap harus didukung oleh kewaspadaan yang tinggi dan pengetahuan tentang faktor-faktor penyebab kecelakaan itu sendiri. Kewaspadaan dalam berkendaraan sangat penting bagi si pengendara, selain kondisi jalan dan kendaraan yang digunakannya.

Menurut data yang diperoleh WHO, kecelakaan akibat mengabaikan aturan lalu lintas telah menelan korban jiwa sekitar 2,4 juta jiwa manusia setiap tahunnya. Jumlah angka kematian yang diakibatkan kecelakaan tersebut menduduki peringkat ketiga sebagai penyebab kematian manusia setelah HIV/AIDS dan TBC.

Semoga kasus kecelakaan maut yang dialami Dul ini menjadi pelajaran bagi orangtua dan si pengendara. Orangtua diharapkan jangan memberikan izin kepada buah hatinya yang masih di bawah umur untuk mengendarai motor atau mobil sendirian. (swc/as)

Similar articles

Tips Mudik